Translate / Pilih Bahasa :

Rabu, 04 September 2013

Pelumas (PR Pak Wardi)

Macam – Macam Jenis Minyak Pelumas
Ada tiga macam pelumas yang diproduksi, antara lain oli mineral, oli synthetic dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau hewani (castor oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya menganjurkan untuk menggunakan oli mineral, yang telah distandarisasi oleh SAE dan API.
Pelumas yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak digunakan pada motor-motor balap, karena kwalitasnya melebihi oli mineral. Oli synthetic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang.
Oli dapat juga digolong-golongkan sesuai dengan penggunaan kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang baik, seperti contohnya:

 i. Jenis ML
Digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang ringan, oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (additives).
ii. Jenis MM
Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang sedang dan olinya mengandung additive yang dapat mencegah karat pada mesin.
iii. Jenis MS
Digunakan pada mesin-mesin bensin yang kerjanya cukup berat.
iv. Jenis DG
Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna mencegah pembentukan karbon/arang pada ruang bakar atau bagian mesin lainnya.
v. Jenis DM
Digunakan untuk mesin diesel dan mesin bensin yang bekerja berat, oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah dengan Pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang bermutu tinggi (High grade oil)
vi. Jenis DS
Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacammacam zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya cukup mahal.
Selain standard-standard oli ini dikeluarkan oleh SAE, ada juga standard yang dikeluarkan oleh API, di mana kode-kode yang dikeluarkan oleh API ini adalah SA, SB, SC, SD, SE dan SF, kemudian untuk mesin diesel dengan kode CA, CB, CC, CD. Oli yang dilengkapi dengan standard terakhir, contohnya SE atau SF atau SD mengandung zat-zat tambahan yang lengkap seperti mengandung zat penetralisir belerang,zat anti pelumpuran, zat anti busa dan sebagainya serta oli tersebut dari oli mineral murni.
Temperatur pada katup buang motor empat langkah sangatlah tinggi, pada kondisi seperti ini oli pelumas akan mencapai temperatur sekitar 100°C, pada temperatur 100°C kekentalan oli akan pecah (menjadi cair) dan daya lumasnya menjadi hilang, oleh sebab itu memilih oli yang bermutu baik untuk kendaraan kita sangatlah penting.


Nomor SAE 10W50

Racing  Synth 4T
SAE 10W - 50
Adalah sintetis kinerja tinggi oli motor , dikembangkan untuk digunakan di udara dan air - cooled
mesin sepeda motor empat-stroke . Khusus dikembangkan untuk digunakan semua musim di jalan , off-road
dan mesin balap serta ATV , skuter dan mobil salju dioperasikan di bawah
normal kondisi ekstrim . Sepenuhnya minyak dasar sintetis dalam hubungannya dengan terbaru
teknologi aditif memberikan pelumasan yang optimal , kebersihan mesin yang sangat baik dan
gesekan serta keausan minimal di bawah semua kondisi operasi . Racing Synth 4T SAE
10W - 50 dengan demikian sangat cocok untuk digunakan dengan dan tanpa kopling basah.

PROPERTIES
 - Optimum pelumasan dalam semua kondisi operasi
- Geser sangat tinggi dan stabilitas penuaan
- Jaminan konsumsi minyak rendah
- Perlindungan keausan Tinggi
- Mencoba dan diuji dengan knalpot catalytic converters
- Sangat cocok untuk cengkeraman basah
- Kebersihan mesin Optimum
Sesuai dengan dan memenuhi klasifikasi dan spesifikasi sebagai berikut :
API SL
JASO MA2
TEKNIS
DATA Basis : oli sintetis / aditif
Kelas Viskositas : 10W - 50
Kepadatan pada +15 ° C : 0,851 g / cm ³ DIN 51757
Viskositas pada +40 ° C : 120 mm ² / s DIN 51562
Viskositas pada 100 ° C : 18,5 mm ² / s DIN 51562
Indeks Viskositas : 172 DIN ISO 2909
Titik nyala : 244 ° C DIN ISO 2592
Titik tuang : -42 ° C DIN ISO 3016
ASTM nomor warna : L 3,5 DIN 51578

AREA Khusus dikembangkan untuk digunakan semua musim di jalan , off-road dan mesin balap serta
APLIKASI ATV , skuter dan mobil salju dioperasikan di bawah normal kondisi ekstrim .
Sangat cocok untuk digunakan dengan atau tanpa kopling basah.
PENERAPAN instruksi pengoperasian satu produsen mesin harus diikuti .
Catatan : efektivitas optimum hanya jika produk digunakan sendiri ( yaitu tidak ada
pencampuran ) .

TERSEDIA :
PACK UKURAN Racing 4T SAE 10W Synth - 50 1 l Bagian no . 1502 D - GB - I- E - P
1 l Tidak ada bagian. 2760 D - NL - F - GR - ARAB
4 l Tidak ada bagian. 1686 D - GB - I- E - P
4 l Tidak ada bagian. 7508 D - RUS - UA
20 l Tidak ada bagian. 1567
60 l Tidak ada bagian. 1564
205 l Bagian no . 1569
PI 08/05/13
Informasi ini didasarkan pada penelitian menyeluruh dan  dianggap dapat diandalkan , meskipun tidak secara hukum mengikat .







MEDITRAN
MEDITRAN adalah pelumas untuk pelumasan mesin diesel non turbocharger yang memakai bahan bakar minyak solar.
Diformulasikan dari bahan dasar mineral yang mempunyai viscosity index tinggi dan menggandung aditif: detergen-dispersant tinggi, anti oksidasi, anti karat, anti aus  dan anti busa.

Meditran S Sae 10W, 30, 40, 50
MEDITRAN S Series adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S Series memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit.  MEDITRAN S Series dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaaraan, alat berat,
industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated.

MEDITRAN S 10W dan MEDITRAN S 30 juga dianjurkan untuk sistem transmisi dan hidrolik pada
mesin tugas berat.

TINGKATAN MUTU
MEDITRAN S Series memenuhi spesifikasi API CF (approved for SAE 30,40,50)/CF2, MB-Approval
228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
MEDITRAN S Series juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-
46152B.  MEDITRAN S 10W dan 30 memenuhi spesifikasi  Allison C4.

MEDITRAN S10W
MEDITRAN S 10W  adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S 10W memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit. MEDITRAN S 10W dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaraan, alat berat, industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated. MEDITRAN S 10W juga dianjurkan untuk sistem tranmisi dan hidrolik pada mesin tugas berat.
TINGKATAN MUTU
MEDITRAN S 10W memenuhi spesifikasi API CF/CF2, MB-Approval 228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
MEDITRAN S 10W juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-46152B.
MEDITRAN S 10W memenuhi spesifikasi Allison C4.

MEDITRAN S40
        MEDITRAN S 40 adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S 40 memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit.
MEDITRAN S 40 dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaraan, alat berat, industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated.
TINGKATAN MUTU
       
MEDITRAN S 40 memenuhi spesifikasi API CF/CF2, MB-Approval 228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
    MEDITRAN S 40 juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-46152B.

Pelumas Meditran SX 15W-40
Pelumas Meditran SX 15W-40, salah satu contoh produk pelumas Pertamina yang lahir karena pemenuhan kebutuhan pelumas handal bagi mesin diesel berteknologi tingi. Produk tersebut memiliki kekentalan ganda (multi grade) dengan formula Viscosity Index Improver sehingga sifat Shear Stability-nya (kestabilan kekentalan) terbilang tinggi.
Dengan kestabilan kekentalan yang sangat baik, maka Meditran SX ini mampu memberikan pelumasan yang optimal, baik pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi. Produk dengan spesifikasi kekentalan 15W-40 ini diunggulkan efektif mengurangi pembentukan deposit piston akibat temperatur tinggi. Dibandingkan dengan pelumas mesin diesel generasi sebelumnya, pelumas Meditran SX ini memiliki daya dispersancy (cuci) dua kali lebih baik, sehingga kemampuan pengendaliannya terhadap jelaga (soot) yangb dihasilkan dari pembakaran mesin diesel juga dua kali lebih baik.
Seperti diketahui, mesin diesel yang memiliki temperatur tinggi, sangat memerlukan perlindungan komponen dalamnya karena selalu terjadinya pengentalan pelumas akibat komtaminasi jelaga. Dan keunggulan utama Meditran SX justru pada perlindungan terhadap keausan (wear) dan mencegah pengentalan pelumas yang diakibatkan oleh kontaminasi jelaga (effective soot control) tersebut.
Sebelum menentukan pilihan pada Meditran, perhatikan pula bahwa produk tersebut memiliki kualitas level API service classification CH4/SJ, ACEAA3-98/B3-98/E3-98, MB228.3/229. Volvo VDS 2, Cummins 20071/20072/20076, Mack EO-M Plus, MAN 3275, MTU Type 115044 (2002). Nampak disini bahwa Mercedes (kode MB228.3/229) dan Volvo pun mengakui dan merekomendasikan penggunaan Meditran SX. Saat memakai Meditran SX tak lagi diperlukan zat tambahan lainnya.
Produk dengan SAE 15W-40 ini disarankan terutama untuk digunakan pada mesin diesel putaran tinggi yang menggunakan bahan bakar minyak solar, khususnya mesin diesel modern jenis Direct Injection (Dl) emisi rendah yang membutuhkan performance level API Service CH-4/CG-4/CF/SJ, ACEA A3-98/B3-98/ E3-98, MB 228. 3/229. Volvo VDS-2, Cummins 20071/20072/20076, Mack EO -M Plus MAN 3275, MTU Type 115044 (2002).



Jenis Dan Viskositas Minyak Pelumas (Oli)

Jenis Dan Viskositas Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas digunakan pada sepeda motor adalah oli karena oli mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam pelumasan, yaitu:
1. Daya lekatnya baik
2. Titik nyala tinggi
3. Tidak mudah menguap
4. Titik beku rendah
5. Mudah memindahkan panas
Ada tiga macam oli pelumas yang diproduksi, antara lain oli mineral, oli synthetic dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau hewani (castor oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya menganjurkan untuk menggunakan oli mineral, yang telah distandarisasi oleh SAE dan API.
Oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak digunakan pada motor-motor balap, karena kwalitasnya melebihi oli mineral. Oli synthetic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang.
Oli dapat juga digolong-golongkan sesuai dengan penggunaan kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang baik, seperti contohnya:
i. Jenis ML
Digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang ringan, oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (additives).
ii. Jenis MM
Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang sedang dan olinya mengandung additive yang dapat mencegah karat pada mesin.
iii. Jenis MS
Digunakan pada mesin-mesin bensin yang kerjanya cukup berat.
iv. Jenis DG
Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna mencegah pembentukan karbon/arang pada ruang bakar atau bagian mesin lainnya.
v. Jenis DM
Digunakan untuk mesin diesel dan mesin bensin yang bekerja berat, oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah dengan Pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang bermutu tinggi (High grade oil)
vi. Jenis DS
Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacammacam zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya cukup mahal.
Selain standard-standard oli ini dikeluarkan oleh SAE, ada juga standard yang dikeluarkan oleh API, di mana kode-kode yang dikeluarkan oleh API ini adalah SA, SB, SC, SD, SE dan SF, kemudian untuk mesin diesel dengan kode CA, CB, CC, CD. Oli yang dilengkapi dengan standard terakhir, contohnya SE atau SF atau SD mengandung zat-zat tambahan yang lengkap seperti mengandung zat penetralisir belerang,zat anti pelumpuran, zat anti busa dan sebagainya serta oli tersebut dari oli mineral murni.
Temperatur pada katup buang motor empat langkah sangatlah tinggi, pada kondisi seperti ini oli pelumas akan mencapai temperatur sekitar 100°C, pada temperatur 100°C kekentalan oli akan pecah (menjadi cair) dan daya lumasnya menjadi hilang, oleh sebab itu memilih oli yang bermutu baik untuk kendaraan kita sangatlah penting.
VISKOSITAS MINYAK PELUMAS
Untuk minyak pelumas motor, seperti diketahui ada delapan tingkat kekentalan minyak pelumas. Yang dimaksud dengan kekentalan itu sebenarnya tidak lain dari tahanan aliran yang tergantung dari kental atau encernya minyak tersebut. Semua minyak pelumas jika dipanaskan akan menjadi lebih encer dan pada temperatur yang lebih rendah akan menjadi lebih kental. Karena itu, kekentalan minyak pelumas diukur pada temperatur tertentu.
The Society of Automotive Engineers (SAE) merupakan organisasi yang beranggotakan para ahli pengolahan minyak bumi dan ahli perencana motor telah menetapkan standar kekentalan minyak pelumas. Angka kekentalan yang pertama ditetapkan pada tahun 1911 dan sesudah itu telah mengalami beberapa kali perubahan berhubung dengan adanya kemajuan dalam teknologi dan perencanaan motor serta kemajuan dalam bidang pengolahan minyak bumi.
Angka kekentalan minyak pelumas yang banyak digunakan sekarang terdiri dari: 5W; 10W; 20W ;20 ;30; 40; 50; 60 dan 90. Dulu pernah diproduksi minyak pelumas dengan kekentalan 90, dan 140 tapi saat ini untuk motor yang modern sudah dipakai lagi. Kekentalan yang lebih kecil menunjukkan minyak yang lebih encer dan sebaliknya angka yang lebih besar menunjukkan minyak yang lebih kental. Huruf W di belakang angka kekentalan maksudnya adalah Winter yaitu untuk minyakpelumas yang khusus digunakan untuk waktu musim dingin dan pengukuran dilakukan pada temperatur 0°F. jenis demikian tentu saja tidak diperlukan di Indonesia. Setiap merek sepeda motor di Indonesia merekomendasikan minyak pelumas yang digunakan. Misalnya Honda merekomendasi minyak pelumas dengan viskositas SAE 10 W-30.
Pengukuran kekentalan minyak pelumas dengan standard SAE, ditetapkan pada temperatur 210°F atau 2°F dibawah temperatur mendidihnya air murni. Caranya dengan menghitung waktu yang dibutuhkan oleh 60 ml minyak tersebut untuk melalui suatu saluran sempit pada temperatur 210°F.
Minyak pelumas harus diganti secara teratur sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Minyak pelumas yang sudah aus ditunjukkan dengan menurunnya kekentalan dan warnanya menjadi hitam. Perubahan ini disebabkan oleh temperatur pemakaian yang tinggi.
Macam – Macam Jenis Minyak Pelumas
Ada tiga macam pelumas yang diproduksi, antara lain oli mineral, oli synthetic dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau hewani (castor oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya menganjurkan untuk menggunakan oli mineral, yang telah distandarisasi oleh SAE dan API.
Pelumas yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak digunakan pada motor-motor balap, karena kwalitasnya melebihi oli mineral. Oli synthetic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang.
Oli dapat juga digolong-golongkan sesuai dengan penggunaan kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang baik, seperti contohnya:

 i. Jenis ML
Digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang ringan, oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (additives).
ii. Jenis MM
Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang sedang dan olinya mengandung additive yang dapat mencegah karat pada mesin.
iii. Jenis MS
Digunakan pada mesin-mesin bensin yang kerjanya cukup berat.
iv. Jenis DG
Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna mencegah pembentukan karbon/arang pada ruang bakar atau bagian mesin lainnya.
v. Jenis DM
Digunakan untuk mesin diesel dan mesin bensin yang bekerja berat, oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah dengan Pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang bermutu tinggi (High grade oil)
vi. Jenis DS
Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacammacam zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya cukup mahal.
Selain standard-standard oli ini dikeluarkan oleh SAE, ada juga standard yang dikeluarkan oleh API, di mana kode-kode yang dikeluarkan oleh API ini adalah SA, SB, SC, SD, SE dan SF, kemudian untuk mesin diesel dengan kode CA, CB, CC, CD. Oli yang dilengkapi dengan standard terakhir, contohnya SE atau SF atau SD mengandung zat-zat tambahan yang lengkap seperti mengandung zat penetralisir belerang,zat anti pelumpuran, zat anti busa dan sebagainya serta oli tersebut dari oli mineral murni.
Temperatur pada katup buang motor empat langkah sangatlah tinggi, pada kondisi seperti ini oli pelumas akan mencapai temperatur sekitar 100°C, pada temperatur 100°C kekentalan oli akan pecah (menjadi cair) dan daya lumasnya menjadi hilang, oleh sebab itu memilih oli yang bermutu baik untuk kendaraan kita sangatlah penting.


Nomor SAE 10W50

Racing  Synth 4T
SAE 10W - 50
Adalah sintetis kinerja tinggi oli motor , dikembangkan untuk digunakan di udara dan air - cooled
mesin sepeda motor empat-stroke . Khusus dikembangkan untuk digunakan semua musim di jalan , off-road
dan mesin balap serta ATV , skuter dan mobil salju dioperasikan di bawah
normal kondisi ekstrim . Sepenuhnya minyak dasar sintetis dalam hubungannya dengan terbaru
teknologi aditif memberikan pelumasan yang optimal , kebersihan mesin yang sangat baik dan
gesekan serta keausan minimal di bawah semua kondisi operasi . Racing Synth 4T SAE
10W - 50 dengan demikian sangat cocok untuk digunakan dengan dan tanpa kopling basah.

PROPERTIES
 - Optimum pelumasan dalam semua kondisi operasi
- Geser sangat tinggi dan stabilitas penuaan
- Jaminan konsumsi minyak rendah
- Perlindungan keausan Tinggi
- Mencoba dan diuji dengan knalpot catalytic converters
- Sangat cocok untuk cengkeraman basah
- Kebersihan mesin Optimum
Sesuai dengan dan memenuhi klasifikasi dan spesifikasi sebagai berikut :
API SL
JASO MA2
TEKNIS
DATA Basis : oli sintetis / aditif
Kelas Viskositas : 10W - 50
Kepadatan pada +15 ° C : 0,851 g / cm ³ DIN 51757
Viskositas pada +40 ° C : 120 mm ² / s DIN 51562
Viskositas pada 100 ° C : 18,5 mm ² / s DIN 51562
Indeks Viskositas : 172 DIN ISO 2909
Titik nyala : 244 ° C DIN ISO 2592
Titik tuang : -42 ° C DIN ISO 3016
ASTM nomor warna : L 3,5 DIN 51578

AREA Khusus dikembangkan untuk digunakan semua musim di jalan , off-road dan mesin balap serta
APLIKASI ATV , skuter dan mobil salju dioperasikan di bawah normal kondisi ekstrim .
Sangat cocok untuk digunakan dengan atau tanpa kopling basah.
PENERAPAN instruksi pengoperasian satu produsen mesin harus diikuti .
Catatan : efektivitas optimum hanya jika produk digunakan sendiri ( yaitu tidak ada
pencampuran ) .

TERSEDIA :
PACK UKURAN Racing 4T SAE 10W Synth - 50 1 l Bagian no . 1502 D - GB - I- E - P
1 l Tidak ada bagian. 2760 D - NL - F - GR - ARAB
4 l Tidak ada bagian. 1686 D - GB - I- E - P
4 l Tidak ada bagian. 7508 D - RUS - UA
20 l Tidak ada bagian. 1567
60 l Tidak ada bagian. 1564
205 l Bagian no . 1569
PI 08/05/13
Informasi ini didasarkan pada penelitian menyeluruh dan  dianggap dapat diandalkan , meskipun tidak secara hukum mengikat .







MEDITRAN
MEDITRAN adalah pelumas untuk pelumasan mesin diesel non turbocharger yang memakai bahan bakar minyak solar.
Diformulasikan dari bahan dasar mineral yang mempunyai viscosity index tinggi dan menggandung aditif: detergen-dispersant tinggi, anti oksidasi, anti karat, anti aus  dan anti busa.

Meditran S Sae 10W, 30, 40, 50
MEDITRAN S Series adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S Series memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit.  MEDITRAN S Series dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaaraan, alat berat,
industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated.

MEDITRAN S 10W dan MEDITRAN S 30 juga dianjurkan untuk sistem transmisi dan hidrolik pada
mesin tugas berat.

TINGKATAN MUTU
MEDITRAN S Series memenuhi spesifikasi API CF (approved for SAE 30,40,50)/CF2, MB-Approval
228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
MEDITRAN S Series juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-
46152B.  MEDITRAN S 10W dan 30 memenuhi spesifikasi  Allison C4.

MEDITRAN S10W
MEDITRAN S 10W  adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S 10W memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit. MEDITRAN S 10W dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaraan, alat berat, industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated. MEDITRAN S 10W juga dianjurkan untuk sistem tranmisi dan hidrolik pada mesin tugas berat.
TINGKATAN MUTU
MEDITRAN S 10W memenuhi spesifikasi API CF/CF2, MB-Approval 228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
MEDITRAN S 10W juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-46152B.
MEDITRAN S 10W memenuhi spesifikasi Allison C4.

MEDITRAN S40
        MEDITRAN S 40 adalah pelumas mesin diesel tugas berat, yang diformulasikan dari base oil yang mempunyai viscosity index tinggi dan aditif yang seimbang. MEDITRAN S 40 memberikan perlindungan terhadap keausan dan korosi serta efektif dalam mengontrol terbentuknya deposit.
MEDITRAN S 40 dapat digunakan untuk pelumasan mesin diesel kendaraan, alat berat, industri maupun perkapalan putaran tinggi jenis turbocharged, supercharged, atau naturally aspirated.
TINGKATAN MUTU
      
MEDITRAN S 40 memenuhi spesifikasi API CF/CF2, MB-Approval 228.0 (SAE 40) dan MB-Approval 235.12, dan Komatsu KES 07.851.2000 (SAE 40).
    MEDITRAN S 40 juga memenuhi spesifikasi ACEA E2-96, CAT TO-2, MIL-L-2104D dan MIL-L-46152B.

Pelumas Meditran SX 15W-40
Pelumas Meditran SX 15W-40, salah satu contoh produk pelumas Pertamina yang lahir karena pemenuhan kebutuhan pelumas handal bagi mesin diesel berteknologi tingi. Produk tersebut memiliki kekentalan ganda (multi grade) dengan formula Viscosity Index Improver sehingga sifat Shear Stability-nya (kestabilan kekentalan) terbilang tinggi.
Dengan kestabilan kekentalan yang sangat baik, maka Meditran SX ini mampu memberikan pelumasan yang optimal, baik pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi. Produk dengan spesifikasi kekentalan 15W-40 ini diunggulkan efektif mengurangi pembentukan deposit piston akibat temperatur tinggi. Dibandingkan dengan pelumas mesin diesel generasi sebelumnya, pelumas Meditran SX ini memiliki daya dispersancy (cuci) dua kali lebih baik, sehingga kemampuan pengendaliannya terhadap jelaga (soot) yangb dihasilkan dari pembakaran mesin diesel juga dua kali lebih baik.
Seperti diketahui, mesin diesel yang memiliki temperatur tinggi, sangat memerlukan perlindungan komponen dalamnya karena selalu terjadinya pengentalan pelumas akibat komtaminasi jelaga. Dan keunggulan utama Meditran SX justru pada perlindungan terhadap keausan (wear) dan mencegah pengentalan pelumas yang diakibatkan oleh kontaminasi jelaga (effective soot control) tersebut.
Sebelum menentukan pilihan pada Meditran, perhatikan pula bahwa produk tersebut memiliki kualitas level API service classification CH4/SJ, ACEAA3-98/B3-98/E3-98, MB228.3/229. Volvo VDS 2, Cummins 20071/20072/20076, Mack EO-M Plus, MAN 3275, MTU Type 115044 (2002). Nampak disini bahwa Mercedes (kode MB228.3/229) dan Volvo pun mengakui dan merekomendasikan penggunaan Meditran SX. Saat memakai Meditran SX tak lagi diperlukan zat tambahan lainnya.
Produk dengan SAE 15W-40 ini disarankan terutama untuk digunakan pada mesin diesel putaran tinggi yang menggunakan bahan bakar minyak solar, khususnya mesin diesel modern jenis Direct Injection (Dl) emisi rendah yang membutuhkan performance level API Service CH-4/CG-4/CF/SJ, ACEA A3-98/B3-98/ E3-98, MB 228. 3/229. Volvo VDS-2, Cummins 20071/20072/20076, Mack EO -M Plus MAN 3275, MTU Type 115044 (2002).



Popular Articles (See too) :